Minggu, 12 Maret 2017

cerpen santri

  

Cinta Sepasang Sahabat 
Eps.1

Alkisah disebuah pesantren dikaki gunung wilis ada sepasang sahabat yg nyantri disana..
Namanya Ali (ali neeehhh...) dan Baba. Keduanya sangat dekat. Dimana ada Ali disitu ada Baba (dadine Alibaba)
saking dekatnya mrk bagaikan saudara.
Jika salah satu dari keduanya kesusahan maka yg lain akan selalu ada untuk menghibur.
Jika salah satu kehabisan uang maka yg lain akan menanggung.
Ali putra seorang yg kaya sedangkan Baba putra seorang kyai yg tinggal diluar pulau jawa.
Baba yg tinggal jauh dari rumah seringkali ikut Ali pulang ke rumahnya..
Keluarga Ali sudah menganggap Baba spt putra mereka sendiri.
Ali memiliki seorang adik perempuan yg sgt cantik bernama Zulfa.
Karena seringnya Baba pulang ke rumah Ali,Zulfa dan Baba pun kian dekat.
Zulfa yg cantik makin tumbuh dewasa dan bertambah cantik. Tak terasa benih2 cinta mulai tumbuh di hati Baba.
"mas Baba...!!"
begitulah zulfa selalu memanggil Baba. Tangannya melambai2 ke arah Baba yg kala itu pulang bersama Ali kakaknya. Zulfa memang lebih dekat dgn Baba ketimbang Ali. Karena Baba adalah putra bungsu yg sejak lama menginginkan seorang adik perempuan yg lucu spt Zulfa. Baba pun tersenyum lebar pd zulfa.
"apa kabar fa..?"
sapa baba sambil mengusap kepala zulfa. Begitulah kebiasaan Baba menggoda Zulfa.dgn cepat Zulfa menarik tangan itu.
"kebiasaaaaann..!! Zulfa udah gede tau!!"sungut Zulfa.
"buat mas kamu masih kecil.
Waktu mas kesini kamu masih suka ingusan...hhh"
"hiiiihhh...sebell"
Zulfa mencubit lengan Baba kuat2 lalu kabur...
Baba meringis kesakitan lalu tersenyum..
.
Zulfa memang sudah mulai menginjak masa remaja. Iapun mulai diajari berbagai hal oleh ibunya maklum sebentar lg ia akan diberangkatkan ke pesantren spt kakaknya.
Zulfa dititipkan di pesantren yg sama dg sang kakak agar ia mudah kerasan tinggal disana. 
Baba merasa sgt senang sekaligus khawatir. Bagaimana jika ia tak mampu menyembunyikan perasaannya pd Zulfa. Ia sgt mencintai adik sahabatnya itu.



eps.2
hari senin yg cerah 
pagi itu Zulfa dan keluarga dtg ke pesantren. Baba melihat mrk dari kejauhan. Zulfa tampak cantik dgn jilbab oranye dan baju putihnya..
Zulfa melambai pd Baba...
"mas....sini!!"
"hush...jgn gitu fa...ini di pondok bukan dirumah."
Ali mengingatkan adiknya itu.
"gimana sih mas..zulfa kan kangen sama mas Baba...!!" 
jawab zulfa sewot.
"iya2 nanti Baba tak suruh kesini tp kamu jgn teriak2 klo ngomong sama Baba. Gak enak sama teman2 yg lain. Kamu sama Baba tu bukan muhrim. Paham!!"
tuing tuing 
Zulfa mengangguk dua kali. Kakaknya ini memang agak galak.
Ali memanggil Baba.
Mereka pun kumpul rame2 di gazebo.
"mas Baba Zulfa seneng nanti kita bisa ketemu tiap hari kayak gini..."kata zulfa kegirangan. Baba cuma senyum2.
"nggak boleh gitu fa..mas disini udah senior bentar lagi jadi guru gak boleh ngobrol sama santri putri. Nanti mas bisa di DO dari pondok..." terang Baba.
"yaaaahhh...percuma dong Zulfa mondok disini..mas Baba jahat gk mau ketemu Zulfa lagi..."
rengek Zulfa.
"bukan gitu fa...mas bisa kok nemuin kamu klo kamu lagi dijenguk kaya gini.gpp klo rame2.."
"iya fa...mondok tu blajar mandiri jgn manja." Ali menambahkan. Zulfa cuma diam. Cemberut.
"ya udah..Zulfa masuk!!"
Zulfa bersungut2 tp tetap saja ia sungkem m dua kakaknya itu.
"Salamalekoom!! Bye..."ucap
Zulfa gondok.
Zulfa Zulfa...andai kau tahu betapa bahagianya mas babamu ini...
Baba senyum2.
"jangan macem2 bro... Adikku masih kecil.."
Sahut Ali begitu melihat wajah sahabatnya yg memerah.
"ngaco kamu Al.."kilah Baba.
(gayamu kang..kang)
.
.
Sebagai santri baru Zulfa sgt mandiri. Ia disukai teman2nya karena sifatnya yg periang dan baik hati. Ia ingin menunjukkan pd mas masnya klo ia bisa dewasa.
Huh!! Mas Baba nyebelin..
.
Sore itu Zulfa dijenguk org tuanya di gazebo.
"apa kabar fa.."sapa Baba.
"mulai sekarang mas Baba gk usah ikutan jenguk Zulfa. Nanti apa kata teman2."
Baba tersenyum.
(sory..nanggung.
gak sedeng halamanku).
eps.3
Baba memandangi Zulfa lekat2.
"bener dik Zulfa ndak mau ketemu mas Baba lagi??."
"iya mas...Zulfa gk mau kita kena masalah di kemudian hari. Zulfa ngerti kok posisi mas Baba gimana."
"jadi semua ini demi mas Baba? Bener dik Zulfa gk marah sama mas? Mas minta maaf ya fa klo mas menyakiti hatimu." Baba bertanya dgn lembut membuat Zulfa sedikit ragu. Tp ini memang yg terbaik.
"Ya. Zulfa yakin kok mas. Mas juga pasti ngerti gimana seharusnya seorang santri bersikap. Maaf klo Zulfa dulu kekanakan. Tp Zulfa gk marah sama mas. Buat Zulfa mas tetap kakak yg baik."
Baba tersenyum lebar. Hilang sudah beban di hatinya selama ini.
"ya. Udah kalo gitu. Belajar yg rajin ngaji yg rajin ya fa..buat lah kami semua bangga padamu." Zulfa pun tersenyum manis dan mengangguk.
"maaf ya mas Zulfa gk bisa sungkem lg sama mas."
"iya.. Kamu dah besar sekarang fa. Mulai sekarang mas gk akan nganggap kamu anak kecil lagi."
"makasih ya mas. Doain Zulfa ya mas biar bisa jd anak sholehah" pinta Zulfa.
"pasti."jwb Baba.
.
.
Tak terasa 
waktu begitu cepat berlalu..
hari2 yg manis bersama Zulfa kecil tinggal kenangan.
Kini dia telah menjelma mjd gadis dewasa.
Gadis yg akan menarik hati semua pemuda.
Gadis yg mungkin akan segera merasakan
jatuh cinta.
.
.
Setelah mengikuti sekolah percobaan bagi santri putri baru. Zulfa pun memasuki kelas barunya.
Bel berbunyi.
Semua santri duduk rapi.
Ustadz wali kelas pun datang.
"Assalamualaykum...."
"Waalaykumsalam warohmatullohi wabarokatuh..." ucap para santri serempak.
Ha??
Ternyata wali kelas Zulfa...
Mas Ali??
Tuing tuing tuing...
(pusing pala Zulfa).
Tak seperti Zulfa yg shock teman2nya justru senang sekali mendapat wali kelas yg guantheng spt Ali...
"itu kakakmu ya fa...?"
"kenalin dong..."
begitulah kata teman2nya selalu...
Huuuuhhh
..seball..

Eps.4
Dihari pertama pelajaran itu teman2 Zulfa mendaulat Zulfa sbg ketua kelas. Ali membuat Zulfa belajar begitu keras dihari pertamanya. Zulfa disuruh membaca sekaligus menerangkan mata pelajaran nahwu hari itu. 
Selain Ali sbg wali kelas ada Baba yg mengajar ilmu fiqh dan ustadzah Zulaikha sbg guru akhlak bagi santri putri.
Ustadzah Zulaikha adalah kemenakan sekaligus putri angkat kyai Asy'ari sang pengasuh pesantren.
Zulaikha telah yatim piatu sejak kecil dan diadopsi pamannya sendiri yg kebetulan blm memiliki anak perempuan.
Zulaikha begitu dicintai dan dikagumi di pesantren.
Wajahnya yg manis dan sgt teduh begitu pas dgn kepribadiannya yg anggun.
Krn itu Zulaikha di dapuk mjd guru akhlak bagi para santri putri.
.
Ali diam2 mengagumi Zulaikha sejak lama tp ia tahu. Ia tak mungkin pantas bersanding dgn sang pujaan hati.
.
Tapi tak ada sesuatu yg mustahil di dunia ini.
Seperti hari itu.
.
Ali sedang mengajar di kelas Zulfa. Tiba2 Zulaikha datang ke kelas itu dgn muka pucat.
"ustadz Ali bisa bicara sebentar...?"kata Zulaikha dari balik pintu kelas yg terbuka.
Ali melangkah keluar dgn tenang. Walaupun hatinya berdebar kencang.
"iya ada apa ustadzah??"
tanya Ali sesampainya diluar kelas.
"saya minta tolong pelajaran saya dikelas sebelah blm selesai tinggal menerangkan saja tp saya merasa kurang enak badan. Tolong ustadz lanjutkan.." Zulaikha terlihat sgt lemah tp ia tetap memaksakan mengajar hari itu. Ia memang dikenal sangat istiqomah dlm mengajar. Jarang sekali Zulaikha absen.
"o...iya ya..ning pasti. Ning Zulaikha silahkan pulang dan istirahat."
Zulaikha mengangguk dan tak sempat menjawab ia buru2 berbalik melangkah.
Namun baru satu langkah Zulaikha limbung.
Ali refleks menangkap tubuh Zulaikha yg begitu panas kiranya dia sedang demam.
Mata Zulaikha terpejam ia tak sadarkan diri.
Ali buru menggendong Zulaikha ke ndalem.
Ali sgt cemas dan khawatir.
Hari itu Zulaikha dilarikan ke rumah sakit.

Eps.5
Selama Zulaikha sakit Baba lah yg menggantikannya mengajar.
Baba senang bisa mengajar Zulfa. Zulfa makin pintar dan tambah dewasa. Maklum kakak2 sendiri yg ngajar jd Zulfa sgt bersemangat mengaji.
.
Suatu hari Baba menemukan sepucuk surat di mejanya.
Perlahan ia membukanya.
.
Assalamualaykum pujaan hatiku 
betapa kerinduan ini mendalam dan kurasa hanya untuk dirimu 
aku tahu dikau sedang menuntut ilmu 
tp kupikir tak ada salahnya kalau kau tahu
bahwa
aku
jatuh cinta
padamu.
Degg!! Wajah Baba memerah 
mungkinkah Zulfa???
Sejenak hatinya berbunga2
dgn hati berdebar dilanjutkan nya membaca surat bersampul jingga itu
Yg mencintaimu
SUBKHAN.
(DHUEEEEENNNNGGG!!!)
untuk adinda Zulfa.
Lalu ada tulisan besar berwarna merah.
MAS BABA!! TOLONG BALAS SURAT INI.
ZULFA BINGUNG MAU BALAS APA. 
ZULFA PENGEN FOKUS BELAJAR
PLIIIISS.
ZULFA TAKUT MAS..
JANGAN BILANG2 MAS ALI YA.
thuiiingg!!
Baba menatap Zulfa dari balik mejanya.
Zulfa menatap Baba dgn memelas. Seolah matanya memohon pd kakaknya untuk membalas surat itu.
Baba pun tersenyum sekilas.
Merasa bodoh.
(dasar tolol!!!mana mungkin Zulfa menembaknya dgn puisi ky gitu!!!)
.
Saat kelas berakhir Baba mengacungkan jempolnya pd Zulfa dari jauh sambil manggut2.
Seolah2 ia berkata
"beres..mas yg atur!!"
Zulfa pun tersenyum lebar dan berlari menyusul teman2nya.
.
Baba mengepalkan tangannya.rasanya sebal setengah mati. Ada org yg menyatakan cinta pd pujaan hati (kiro2 rasane piye lurr??)
AWAS KAU SUBKHAAANN!!!
huhh..!!
. 
Dengan geram Baba menulis surat balasan untuk rivalnya subkhan.
.
MAAF KANG SUBKHAN DI HATI SAYA TELAH TERTANAM CINTA UNTUK ORG LAIN...
SAYA HARAP KANG SUBKHAN MELUPAKAN SAYA
S E L A M A N Y A !!!!
Dari Zulfa.
dgn gaya pura2 tdk tahu Baba memberikan surat itu pd Subkhan.
"kang kamu dpt ini dari Zulfa"
dengan cepat Subkhan membuka dan membaca surat itu.Dan raut wajahnya berubah pucat.
Dlm hati Baba tertawa kegirangan.
(sokoorr...macem2 ro Zulfaku!!)

Eps.6
Bukan sekali dua kali Zulfa mendapat surat cinta. Dan Baba lah yg selalu harus membalasnya. Bukannya Zulfa manja ia hanya tak mau pikirannya terganggu setelah membalas surat2 itu.
.
Saat liburan pun tiba.
Baba pulang bersama Ali dan Zulfa. Mereka bertiga naik bis.
Zulfa yg baru pertama kali pulang naik bis pun merasa senang bisa pulang rame2.
"wah...Zulfa kayak princess ya kak. Dijagain dua cowok keren" seloroh Zulfa.
"jangan ge er kamu..kalo gk gini kamu bisa nyasar."
balas Ali...
"hehe..."Zulfa meringis.
Mereka pun sampai di rumah menghabiskan liburan bertiga.
.
Sore itu Zulfa duduk sendirian di halaman belakang. Baba menghampirinya.
"gimana fa..kamu kerasan kan tinggal di pesantren?"
"iya lah kan setiap hari kita ketemu.."
"kalo mas pergi apa kamu merindukan mas?"
"memangnya mas mau kemana?" 
"mas harus pulang...fa ibu mas sakit. Besok Ali akan mengantar mas ke bandara"
"Zulfa pasti rindu tapi mas harus tlp Zulfa ya sekali2..."ucap Zulfa sambil tersenyum manis.
Baba memandangi wajah Zulfa yg jelita. Ia ingin melukis wajah itu dalam hatinya.
"mudah2an ibu mas lekas sembuh ya mas"
itulah kata terakhir Zulfa saat Baba hendak naik pesawat.
Jilbab merah jambu yg menaungi wajah cantiknya membuat Baba semakin rindu.
Ah..adik kecilku..knp kau membuatku begitu terpesona olehmu..
.
.
Sementara itu keadaan Zulaikha kian memburuk.Ia sering sakit2an.Dokter menyarankan pd pak kyai untuk segera menikahkan Zulaikha krn kondisinya dipicu hormon yg tidak normal yg hanya bisa distabilkan oleh org yg mencintainya dan selalu menjaganya dgn tulus. (gethok men ngunu cah..)
Kyai begitu menyayangi Zulaikha melebihi anak2nya sendiri.Beliau pun bertanya kpd Zulaikha 
"lelaki seperti apa yg kau inginkan mjd teman hidupmu nduk?"
"Abah..Zulaikha ingin memiliki suami yg Alim seperti Abah.."
"trus..abah harus cari dimana?"
"abah tolong buat sayembara buat Zulaikha.Siapapun yg berhasil mjwb semua pertanyaan abah.Dialah yg berhak memiliki Zulaikha.

eps.7
SAYEMBARA
"siapa saja yg merasa telah byk mengaji dan telah mumpuni silahkan mengikuti sayembara ini.
Para peserta harus bisa menjawab semua pertanyaan yg diajukan al alim al faqih kyai Mukhlas Munir.
Bagi yg berhasil lolos akan dijodohkan dgn ning Zulaikha Murtadlo.
Sayembara akan diadakan satu bulan lagi."
ttd.
Kyai Mukhlas Munir.
Para santri bergerombol menyaksikan pengumuman sayembara itu.
Tentu saja mrk semua ingin ikut. Apalagi Ali yg sejak lama memendam cinta pd Zulaikha.
.
Semua santri sibuk mempersiapkan diri. Mrk giat mengaji semua matan kitab.
Mulai dari Alfiyyah,fathul qorib,fathul bari,fathul mu'in ihya'ulumuddin,bahkan tafsir munir dan kitab jimjim.
Tapi Ali justru mengemasi semua barangnya dan dimasukan ransel besar.
Baba yg baru kembali dari kampung halamannya pun terheran2 dgn tingkah sahabatnya itu.
"mau kemana Al??apa kamu gk ikutan sayembara ini??"
tanya Baba.
"justru itu Ba.. Sayembara ini gk gampang.aku mau ziarah walisongo berjalan kaki sambil puasa mudah2an Allah menjodohkan aku dgn ning Zulaikha."
Baba terharu mendengar tekat sahabatnya.
"kenapa walisongo Al..maqom mbh yai kan dekat.tirakat disini saja."
Ali menggelengkan kepala.
"aku ingat mbh yai pernah dawuh.para waliulloh itu adalah tempat turunnya rahmat Allah-barangsiapa mencari rahmat dan pertolongan Allah,senangkan lah hati para waliNya. Mudah2an dgn begini hajatku terkabul kawan."
Baba memeluk Ali dgn erat. Ia sgt menyayangi sahabatnya itu.
"doaku bersamamu Al.. Mudah2an kau berhasil."
"titip anak2 kelasku ya Ba..
Juga Zulfa. Jaga dia.dan mintalah ia untuk mendoakanku setiap hari."
"ya..pasti."
Ali pun berlalu..Baba masih memandangi kawannya itu hingga menghilang dari pandangan. Tak terasa airmatanya meleleh memikirkan sahabatnya itu.
Cinta Ali yg begitu besar pd sang kekasih membuat Baba kagum.
Akankah cinta mereka akan bersatu.
.
.
Zulfa menangis membaca surat dari Baba.
"mas Ali...aku pasti mendoakanmu."
gumamnya lirih.
 Eps.8
 Hari2 berjalan lambat
Baba dan Zulfa merasa harap2 cemas memikirkan Ali..
Untung Ali berangkat pakai kaos DASI jd insyaallah dijalan byk yg nolongin.
(hehe..iklan..iklan)
Ali berpuasa dn berjalan kaki seorang diri.Bibirnya tk henti melantunkan shalawat dn hatinya terus berharap pd Allah agar cintanya mjd nyata.
.
Selain para santri pesantren byk juga peserta yg ikut daftar sayembara itu.
Salah satunya gus ja'far yg terkenal pandai dn juara baca kitab nasional.
Ada jg Hasan santri yg paling pintar di pesantren itu.
Mrk berniat mencoba ilmunya. Dan mendapatkan istri sholehah spt Zulaikha.
.
Diantara semua hiruk pikuk itu..mungkin hanya Baba yg tdk tertarik. Ia sibuk mengajar dan terus memikirkan Zulfa.
.
Setiap hari Baba meletakkan setangkai bunga di bangku Zulfa. Sekedar ingin menghibur hatinya yg resah memikirkan kakaknya.
Tapi Zulfa tak pernah tahu dari siapakah bunga2 itu.
Lelaki yg manis..
Begitulah Zulfa menyebutnya dlm hati....
.
Hari yg dinanti pun telah tiba.
Para santri berbaris mengular begitu panjangnya.
Satu persatu mrk di tes oleh beberapa kyai.Bagi yg lolos barulah dites oleh kyai Mukhlas sendiri.
Sementara itu Zulaikha tak henti membaca surah Arrahman di dlm kamarnya. berharap Allah memberinya jodoh yg mencintainya lahir batin.
Baba cemas bukan main.
Ali belum nampak batang hidungnya.
Kemanaaaa...kang Ali pergi kok lama sekali.
Akankah ia sampai tepat waktu??
Hari mulai sore. Para peserta yg kurang mampu pun berguguran.Tinggallah 10 org yg masuk tes kyai Munir.
Tiba2 dari kejauhan tampak sesosok santri yg kumal memanggul tas ransel besar.
Dialah Ali...
Baba berlari menghampiri sahabatnya itu..
"darimana saja kamu Al..
Babak kedua sudah dimulai.
Kamu ikut babak penyisihan saja belum"
Ali hanya tersenyum. Tdk ada raut muka panik di wajahnya.
"kalau Allah mengizinkan aku pasti bisa menyusul.."
.
"assalamualaykum..."ucap Ali dgn ta'dzim kpd para kyai.
"waalaykumsalam warohmatulloh.."
jawab para kyai.


eps.9
para kyai saling pandang dan keheranan melihat Ali...
(koyo wong ilang kae cah pokok e....)
"saya mau ikut sayembara pak kyai...maaf datang terlambat." tutur Ali dgn sopan.
"gimana gus.."para kyai bertanya pada kyai Munir
"ooo ya gpp ini santri sini... Gak usah dites langsung masuk sini saja.." dawuh kyai Munir (alhamdulillaahh... Barokah tirakat bro...)
.
Singkat cerita para santri yg lolos dites kyai Munir satu persatu.
Dan diluar dugaan kyai Munir tiga org berhasil lolos 
yaitu gus ja'far,hasan,dan tentu saja Ali..(horeeee...)
.
Kyai munir pun bingung.
Siapa yg layak jd menantunya kalau begini...
Akhirnya kyai memutuskan bahwa ketiga peserta akan kembali di tes..
Keesokan harinya kyai munir memberikan tes yg nyleneh 
"saya mau kalian bertiga menyusuri sungai dan menangkap ikan lele dgn tangan kosong tanpa alat apapun..." begitulah tes yg sgt aneh itu diberikan.
Ketiga org itu celingukan saling pandang...
"monggo...silahkan."
ketiganya pun berangkat.
Ali menyusuri sungai dan sesekali turun menangkap ikan tapi tentu saja tidak berhasil.
Sedangkan hari mulai sore. Gus ja'far dan hasan mulai tdk sabar.
Mereka pun mengambil langkah lain.
Gus ja'far membeli ikan dipasar sdgkan hasan meminta ikan pada penduduk setempat.
Mereka kembali tengah hari sedangkan Ali masih menyusuri sungai dgn tekun.
Tiba2 ia melihat seorg kakek tua yg sdg menangkap ikan dgn tangan kosong..Ali pun mendekat..
"permisi mbah..boleh saya minta tolong..?"simbah tdk menoleh tp menjawab 
"kamu gk lihat aku sedang sibuk..tapi kalau kamu pengen bantu tolong angkat kayu itu dan bawa pulang kerumah nenek tua di sebrang sana!!"kata2 kakek tua itu seakan tahu isi hati Ali yg siap melakukan apa saja untuk bisa mendapat bantuan.Ali pun dgn senang hati melakukannya.
"sudah mbah.."
"ini ikan ini kamu bakar dulu buat kita makan.."perintah kakek itu lagi.kebetulan Ali sgt lapar.
Stlh kenyang kakek itupun menepati janjinya dan mengajari Ali menangkap ikan.